DIY Siap Menjadi Piloting Program Revitalisasi KUA


DIY Siap Menjadi Piloting Program Revitalisasi KUA Kabid Urais H. Nadhif, M.Si didampingi Kasi Dr. H. Nur Ahmad Ghojali. (foto: bram)
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2021-03-25 17:28:01

Yogyakarta (Humas Kemenag DIY)—DIY bakal dijadikan oleh Kementerian Agama RI satu dari enam provinsi sebagai Piloting Program Revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan. Selain DIY, provinsi lainnya adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Banten dan Sulawesi Selatan.

“Dari keenam provinsi tersebut, diakui Ditjen Bimas Islam Kemenag bahwa DIY dipandang paling siap,” tandas Kepala Bidang Urusan Agama Islam, H. Nadhif, M.Si di sela kegiatan Bedah Regulasi Penghulu dan Pemantapan Kode Etik, Kamis (25/03/2021) di Atrium Hotel Yogyakarta. 

DIY Siap Menjadi Piloting Program Revitalisasi KUA

Menurut Nadhif, hal itu cukup beralasan karena revitalisasi KUA yang mencakup empat aspek telah dilaksanakan di DIY. “Keempat revitalisasi KUA tersebut adalah revitalisasi SOP pelayanan, revitalisasi SDM, revitalisasi sarana-prasarana, dan revitalisasi digitalisasi,” jelas Nadhif.

“DIY paling siap, misalnya layanan KUA, untuk DIY tidak hanya melayani hanya soal nikah, tetapi sudah menyentuh 10 tupoksi lainnya seperti penerangan agama, zakat-wakaf, kemasjidan, kepustakaan islam, hingga haji-umrah,” urainya.

Di sisi lain sumber daya manusia KUA DIY dapat diandalkan. “Pada aspek aplikasi, DIY selalu langganan juara lomba KUA, sementara sarpras kita telah membangun 42 gedung balai nikah manasik haji bersumber Surat Berharga Syariah Negara dari keseluruhan 78 KUA se-DIY,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kasi Kepenghuluan dan Fasilitasi Bina Keluarga Sakinah Kemenag DIY, Dr. H. Nur Ahmad Ghojali menjelaskan kegiatan Bedah Regulasi Penghulu dan Pemantapan Kode Etik ini  untuk menyerap aspirasi penghulu sebagai penyempurnaan draft petunjuk teknis (juknis) jabatan fungsional. “Juga bertujuan untuk mendiskusikan jabatan kepenghuluan agar terdapat harmonisasi terhadap regulasi yang ada,” ujarnya.

Selain itu, menurut Ghojali, kegiatan yang diikuti 35 peserta sebagian besar pengurus dan anggota Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) DIY ini juga dimaksudkan untuk memantapkan kode etik semangat penghulu. (bap)

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 233

Bagikan