Konsentrasi Penuh Sebagai Syarat Membatik Siswa MAN 2 Bantul


Konsentrasi Penuh Sebagai Syarat Membatik Siswa MAN 2 Bantul Siswa tampak serius saat menuangkan lilin dalam kain yang telah digambar polanya
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2021-03-18 14:35:17

Bantul (MAN 2 Bantul)- Batik sudah ada sejak ada sejak zaman Majapahit. Awalnya batik hanya digunakan oleh raja, keluarganya dan para pekerja di kerajaan, namun lambat laun merambah ke masyarakat awam. Saat ini, batik sudah menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia. Batik berasal dari kata amba yang berarti kain lebar dan tik yang bermakna titik, artinya kain yang dilukis dengan cairan lilin malam menggunakan canting (alat kecil yang terbuat dari tembaga dan bambu sebagai pegangannya) sehingga menghasilkan pola-pola yang memiliki nilai estetik. Sekarang batik sudah menjadi kain umum yang dipakai seluruh masyarakat Indonesia, bahkan dijadikan sebagai salah satu seragam guru di wilayah Yogyakarta.

Membatik menjadi salah satu keterampilan di MAN 2 Bantul. Sebagai madrasah teknopreneur, MAN 2 Bantul membekali peserta didiknya tidak hanya dalam bidang intelektual dan teknologi saja, namun juga di bidang kewirausahaan dan kesenian. Pada Kamis (18/3/2021) anak siswa kelas X IPA 3 mengikuti mapel keterampilan membatik, dengan dibimbing oleh Riyadi Setyawan, S.Sn, mereka terbagi menjadi 2 sesi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Regina, salah satu siswi kelas X IPA 3 berkata, “Saat membatik kita harus konsentrasi penuh biar hasilnya cantik.” Riyadi mengatakan bahwa meski pandemi menghambat kegiatan belajar mengajar, sebagai guru kita dituntut kreatif dalam memberikan ilmu, sehingga tak menyurutkan semangat belajar peserta didik. 

Konsentrasi Penuh Sebagai Syarat Membatik Siswa MAN 2 Bantul

Lebih lanjut, Riyadi menjelaskan bahwa proses membatik mencerminkan karakteristik seseorang, “Membatik dikatakan gampang-gampang susah, dibutuhkan jiwa yang tenang agar tak salah dalam menuangkan malam pada pola yang telah digambar sebelumnnya. Untuk mengetahui kepribadian seseorang bisa dilihat dari hasil karya seni yang diciptakan salah satunya batik”. Hasil dari karya siswa dan siswi MAN 2 Bantul rencananya akan dipajang di lingkungan madrasah. Karya seni mereka tidak hanya dijadikan sebagai hiasan, namun juga unjuk pamer keterampilan peserta didik pada para tamu yang datang.(ken)

 

Kontributor : MAN 2 BANTUL
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 76

Bagikan