Gelora 74 (Generation of the Lost Era 74) MANDAKU


Gelora 74 (Generation of the Lost Era 74) MANDAKU Lomba mural MAN 2 Kulon Progo, Sabtu 24 Agustus 2019
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-08-26 04:37:49

Kulon Progo (MAN 2) -  Bangsa Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya melalui lisan sang Proklamator kita, Bung Karno. Bagi para generasi waktu itu yang masih sehat sampai sekarang, tentu tanggal ini berkesan mendalam di dalam hatinya. Bahkan ada yang sampai kuat berjam-jam memberikan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih dalam lemahnya tubuh yang sudah termakan usia.

Berbeda dengan generasi selanjutnya yang baru terlahir setelah Indonesia merdeka sepenuhnya, tanggal 17 Agustus 1945 tidak terlalu ada kesan yang mendalam di hatinya karena memang generasi ini tidak merasakan bagaimana beratnya para generasi pendahulunya berjuang demi kemerdekaan.

Gelora 74 (Generation of the Lost Era 74) MANDAKU

Gelora 74 (Generation of the Lost Era 74) MANDAKU

Gelora 74 (Generation of the Lost Era 74) MANDAKU

Meski demikian, perlu adanya perhatian untuk menyadarkan para generasi sekarang agar mampu memahami peran mereka dalam mengisi kemerdekaan, yaitu meningkatkan potensi dan kemampuan diri dengan berkarya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itulah amanat yang disampaikan   Ketua Zona Integritas MAN 2  Kulon Progo  Drs Amir Ma’ruf, MA pada pembukaan acara Gelora di lapangan Timur Kampus 1, Sabtu ( 24/8).

MAN 2 Kulon Progo (MANDAKU) menggelar perlombaan antarsiswa dengan tema Gelora dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia. Adapun perlombaan terdiri dari lomba keindahan dan kebersihan baik di dalam kelas maupun lingkungan sekitar kelas, pojok literasi, mural, lomba sok pinter, estafet tepung, dan tebak kata. Semua siswa terlihat antusias dan sangat bersemangat dalam gemuruh suara berkarya.

Lomba Mural dilaksanakan di parkir timur. Lomba estafet tepung dan tebak kata dilaksanakan di lapangan timur sedangkan  sok pintar di aula utama. “Kesemua lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama tim dan saling percaya karena semua pekerjaan akan mudah bila dilakukan bersama sesuai tugasnya masing-masing. Selain itu, untuk meningkatkan keinginan berkarya siswa baik berupa karya seni maupun karya tulis,” tutur Waka Kesiswaan Farida Rahmawati, S.Pd.

“Peserta didik MANDAKU pun diingatkan bahwa di berbagai perlombaan apapun tentu ada yang menang dan juga ada yang kalah, tapi bukan itu makna yang sesungguhnya di acara perlombaan, melainkan untuk memupuk jiwa kerjasama dan sportivitas,”imbuhnya. (pan/est)

 

 

Kontributor : MAN2KP
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 410

Bagikan