Bentuk Perhatian, Kepala MTsN 8 Bantul Kunjungi Siswa Alami Masalah Saat Try Out ASPD


Bentuk Perhatian, Kepala MTsN 8 Bantul Kunjungi Siswa Alami Masalah Saat Try Out ASPD Kepala MTsN 8 Bantul, H. Sugiyono, S.Pd. saat mengunjungi Deo Setiawan, Kamis (25/2) di Loputih, Muntuk, Dlingo (Dok. Joko Purwanto).
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2021-02-26 07:58:07

Bantul (MTsN 8 Bantul) – Tugas kepala madrasah tidak hanya memimpin dan mengelola sebuah madrasah dengan aneka kelebihan dan kekurangan. Lebih dari itu, kepala madrasah harus dekat dengan guru, pegawai, dan siswa. Kedekatan tidak hanya fisik namun juga kedekatan batin. Kedekatan tersebut lebih terasa ketika salah satu diantaranya mengalami masalah dan Kepala madrasah berusaha memberikan perhatian dan solusi. Seperti dialami oleh siswa kelas IX.B MTsN 8 Bantul, Bayu Satria Pribadi dan Deo Setiawan. Keduanya mengalami masalah ketika mengikuti Try Out (TO) Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bantul mulai Senin (22/2) hingga Kamis (25/2). Alhasil, kedua siswa tidak mengikuti seluruh TO ASPD yang diselenggarakan secara online tersebut.

Kepala MTsN 8 Bantul H Sugiyono, S.Pd segera memberi perhatian dengan mengunjungi rumah Bayu beralamat di Gunung Cilik RT3, Muntuk, Dlingo dan rumah Deo beralamat di Loputih, Muntuk, Dlingo, Kamis (25/2). Sugiyono berkunjung bersama guru Bahasa Inggris Joko Purwanto, S.Pd. dengan menempuh perjalanan yang cukup menantang dengan medan naik dan turun di daerah pegunungan Dlingo. Jarak MTsN 8 Bantul dengan rumah siswa sekitar 1,5 km. Kedua siswa menyampaikan masalah kehabisan kuota dan sinyal yang tidak bagus. Sugiyono menyampaikan solusi bagi keduanya untuk hadir di madrasah dan mengerjakan di Lab TIK MTsN 8 Bantul. “Jika tidak mempunyai kuota, MTs membantu menyiapkan fasilitas untuk mengerjakan” jelas Sugiyono.

Bentuk Perhatian, Kepala MTsN 8 Bantul Kunjungi Siswa Alami Masalah Saat Try Out ASPD

Selain kendala kehabisan kuota, sinyal tidak bagus membuat siswa tidak lancar dalam mengerjakan TO ASPD maupun pembelajaran jarak jauh (PJJ). Mereka juga dihadapkan pada jarak rumah dengan madrasah yang cukup jauh dan medan perjalanan yang ditempuh. Meski demikian, Sugiyono tetap memberikan motivasi ke siswa untuk selalu bertanggung jawab dengan mengerjakan semua TO ASPD maupun tugas – tugas yang diberikan guru. Jarak dan medan perjalanan jangan dijadikan sebagai alasan untuk tidak mau mengerjakan TO ASPD maupun PJJ di madrasah jika alami masalah. Dengan mengikuti TO ASPD di semua mata pelajaran, diharapkan siswa mengetahui kemampuan yang dimiliki dan segera meningkatkan penguasaan materi pembelajaran yang diberikan oleh guru dalam PJJ (jkp).

Kontributor : MTSN8BANTUL
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 96

Bagikan