Pengajian MAN 1 Yogyakarta: Urgensi Tabayyun dalam Menerima Informasi


Pengajian MAN 1 Yogyakarta: Urgensi Tabayyun dalam Menerima Informasi
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2021-02-22 10:30:21

Yogyakarta (MAN 1YK)—Media sosial beragam dan berkembang pesat, sehingga banyak informasi yang diterima masyarakat secara masif dan cepat. Padahal informasi tersebut belum tentu benar.  Untuk itulah sikap selektif dan mengecek kebenaran informasi atau tabayyun dalam Ajaran Islam wajib dikuti dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti yang diungkapkan Kepala Seksi Pemberdayaan Zakat Bidang Penerangan Agama Islam, dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta H Misbahruddin, S.Ag, M.M.  saat mengisi pengajian rutin MAN 1 Yogyakarta, Senin(22/02/2021) pagi, secara virtual, via zoom meetings dan disiarkan secara langsung via chanel youtube madarasah: https://youtu.be/IN_8_uVXck0

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu,” ujar Misbahruddin mengutif terjemah Al-Quran Surat Al-Hujurat ayat 6.  

Terang Misbah, Ayat ini memberikan pedoman bagi orang-orang beriman supaya berhati-hati dalam menerima berita, terutama jika bersumber dari seorang yang fasik. Maksud yang terkandung dalam ayat ini adalah agar diadakan penelitian dahulu mengenai kebenarannya. Mempercayai suatu berita tanpa diselidiki kebenarannya, besar kemungkinan akan membawa korban jiwa dan harta yang sia-sia, yang hanya menimbulkan penyesalan belaka.

Lanjutnya, ayat tersebut juga ada kaitannya dengan perintah menghimpun zakat, sebagaimana seba-sebab yang melatarbelakangi turunnya ayat ini(asbabun nuzul).  Misbah sangat mengapresiasi keluarga besar MAN 1 Yogyakarta yang telah berpartisipasi aktif dalam menunaikan kewajiban zakat mal, yakni berupa zakat profesi.

Ia juga mengingatkan, sebagaimana pesan Nabi Muhammad saw, bahwa saat ini zakat masih dihimpun dan dan dikumpulkan kemudian disampaikan kepada para mustahik, tetapi ada suatu masa di mana orang akan mengalami kesulitan untuk mencari mustahik zakat atau yang mau menerima zakat.

“Zakat akan mendorong kita untuk produktif, ojo mung kridha lumahing asto(jangan hanya ingin menerima, berharap atau menuntut untuk menerima dan tidak bersikap memberi dan berkorban-red),”pungkasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar setiap siswa berhati-hati dalam belajar agama, dan harus selektif dalam mengambil informasi tentang agama dari internet, karena banyak situs yang tidak jelas, yang akan menyebabkan pemahaman yang salah.  (dzl)

 

 

 

 

Kontributor : MAN1YOGYA
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 278

Bagikan