Barik Lana dan Nikmat, Dua Program KUA Kalibawang Ajak Pengantin Lestarikan Alam


Barik Lana dan Nikmat, Dua Program KUA Kalibawang Ajak Pengantin Lestarikan Alam
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2021-02-22 07:20:08

Kulon Progo (Kalibawang)—Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, mempunyai dua program unggulan untuk mengajak pengantin lestarikan alam. Dua program tersebut adalah Barik Lana (Tebar Ikan Peduli Alam dan Fauna) dan Nikmat (Menikah, Menanam, dan Merawat). “Seperti yang dilakukan pada Selasa 16 Februari 2021 pekan lalu, kami menikahkan pasangan pengantin Eka Rizki Wardana dan Riya Fitriyana juga dengan mengusung program Barik Lana,” terang Kepala KUA Kalibawang, H. Afwan Zuhdi, S.Ag, MA, kepada Humas, Senin (22/02/2021).

Proses pelaksanaannya, jelas Zuhdi, dilakukan dengan menebar ikan di Embung Krapyak yang terletak sekitar 300 meter dari KUA sesaat setelah akad nikah. “Selain mengajak pasangan pengantin ikut terlibat menjaga ekosistem alam, juga mengenalkan Embung Krapyak sebagai salah satu destinasi wisata di Kalibawang yang ternyata belum diketahui masyarakat luas,” kata Zuhdi didampingi penghulu, Wildan Isa Anshori, MHI.

“Sengaja kami memilih nama program Barik Lana agar pasangan pengantin juga alam sekitar senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” sambungnya lagi. Ditambahkan, pihaknya telah melakukan perjanjian kerja sama dengan pengelola Embung Krapyak untuk kegiatan tersebut. “Program ini sendiri sebenarnya telah diluncurkan secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo pada 24 Februari tahun lalu,” ujar Zuhdi. 

Sementara Nikmat adalah program yang ditujukan kepada pasangan pengantin yang melaksanakan akad nikah di luar balai nikah. “Sesaat setelah pelaksanaan akad nikah, pasangan pengantin menanam bibit pohon di lingkungannya. Jenis pohon yang ditanam menyesuaikan dengan jenis tumbuhan yang ada di lingkungannya,” ungkap Zuhdi.

“Pasangan pengantin kami ajak dan dampingi untuk ikut aksi melestarikan lingkungan dengan menanam bibit pohon. Aksi ini juga merupakan simbol melestarikan hubungan pernikahan. Jika ingin memanen buahnya, tidak bisa hanya berhenti pada aksi menanam bibit, namun harus dilanjutkan dengan merawatnya dan mengikuti proses yang lama sebelum memanen buah,” tuturnya.

“Pernikahan pun juga begitu, tidak hanya berhenti saat mengucapkan akad, namun juga perlu dilanjutkan dengan merawat cinta dan hubungan sebelum memanen kebahagiaan dan kenikmatan hidup”, sambung Afwan Zuhdi. Kedua program yang dilaksanakan sejak awal 2020 lalu sempat terhenti karena adanya pandemi kini dilaksanakan kembali dengan menaati protokol kesehatan dan menjaga 5M.(wia/bap)    

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 176

Bagikan