BAZNAS se-DIY Dukung Gerakan 5 M Protokol Kesehatan


BAZNAS se-DIY Dukung Gerakan 5 M Protokol Kesehatan
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2021-02-08 15:04:29

BAZNAS se-DIY Dukung Gerakan 5 M

Yogyakarta (Humas Kemenag DIY) - Tertuang dalam UU 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat bahwa Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan lembaga pemerintah non struktural. BAZNAS Provinsi, lembaga dibentuk oleh Menteri Agama, pimpinan diangkat dan diberhentikan oleh Gubernur. Sementara BAZNAS Kabupaten/Kota, lembaga dibentuk Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, pimpinan diangkat dan diberhentikan oleh Bupati/Walikota.

BAZNAS Provinsi dalam melaksanakan tugas wajib melakukan koordinasi dengan Pemda dan Kanwil Kemenag Provinsi. Sementara BAZNAS Kabupaten/Kota wajib melakukan koordinasi dengan Pemda dan Kemenag Kabupaten/Kota. Sebagai lembaga pemerintah, maka BAZNAS di semua tingkatan dalam melaksanakan program dan kegiatan harus seiring sejalan dengan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Bidang Penais Zawa. Drs. H. Nur Rokhman, MA, pada Rapat Koordinasi Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag DIY bersama Ketua BAZNAS DIY dan BAZNAS Kabupaten/Kota, Senin (8/2/2021). Rapat koordinasi membahas evaluasi program kegiatan tahun 2020 dan rencana pelaksanaan program kegiatan tahun 2021.

Lebih lanjut Plt. Kabid meminta agar Amil Zakat BAZNAS se-DIY dalam melaksanakan program kegiatan tahun 2021 agar mempedomani surat Kepala Kanwil Kemenag DIY nomor 366/Kw.12.6/BA.03.2/02/2021 tentang Gerakan 5M Protokol Kesehatan yang merupakan tindak lanjut Instruksi Menteri Agama Nomor 1 tahun 2021.

“Amil Zakat BAZNAS se-DIY siap melaksanakan Instruksi Menteri Agama Nomor 1 tahun 2021, bahwa dalam melaksanakan tugas akan selalu menerapkan 5M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi dan interaksi,” jelasnya.

Pihaknya berharap agar kita semua mampu menjadi teladan penerapan Gerakan 5M dan sosialisasi kepada masyarakat serta distribusi zakat infaq sedekah tahun 2021 diprioritaskan untuk mendukung program pencegahan dan penanganan wabah Covid-19.

“Secara umum pelaksanaan program kegiatan tahun 2020 berjalan dengan baik meskipun ada wabah Covid-19,” lanjutnya. Penghimpunan zakat, infaq, dan sedekah rata-rata melampaui target yang ditetapkan. Tahun 2020, BAZNAS DIY mentargetkan Rp 5 miliar, realisasi Rp. 5,4 miliar. BAZNAS Bantul target Rp. 2,9 miliar, realisasi Rp. 4,4 miliar. BAZNAS Kota Yogyakarta target Rp. 6,8 miliar, realisasi Rp. 5,4 miliar, BAZNAS Gunungkidul target Rp. 1,9 miliar, realisasi Rp. 1,8 miliar. BAZNAS Sleman target Rp. 5 miliar, realisasi Rp. 5,6 miliar. BAZNAS Kulonprogo target Rp. 6,5 miliar, realisasi Rp. 9,7 miliar.

“Zakat infaq sedekah yang terkumpul sebagian besar, lebih dari 70%, didistribusikan untuk mendukung program pemerintah dalam penanganan dan pencegahan wabah Covid-19,” tandas Nur Rochman.

Dalam kesempatan yang sama, Kasi Pemberdayaan Zakat Kanwil Kemenag DIY, H. Misbahrudin S.Ag, MM, menyampaikan bahwa dalam rangka penguatan program kegiatan tahun 2021, Kanwil kemenag DIY melalui DIPA tahun 2021 akan melaksanakan pendampingan audit syariah, visitasi, pemberian bantuan dana operasional, dan bantuan dana audit keuangan oleh Kantor Akuntan Publik. “Program unggulan Kampung Zakat Wakaf/Zakat Wakaf Community Development (ZWCD) yang telah di launching Menteri Agama di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman bulan September 2019, tahun ini akan dikembangkan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulonprogr,” pungkasnya. (mis/tnf)

 

Kontributor : Titik Nur Farikhah
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 84

Bagikan