Manfaatkan Pandemi, Pesantren Darul Qur’an Didik Santri Budidaya Jamur Merang


Manfaatkan Pandemi, Pesantren Darul Qur’an Didik Santri Budidaya Jamur Merang
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2021-02-05 08:00:47

Gunungkidul (PPDQWI) – Dalam rangka membentuk santri yang berjiwa entrepreneur dan memanfaatkan masa pandemi, Pondok Pesantren Darul Quran Wal Irsyad, Wonosari, Gunungkidul, mendorong para santri untuk menjalankan berbagai usaha. Salah satu bidang usaha yang tengah dirintis oleh para santri saat ini yakni usaha budidaya jamur merang. 

“Agar taat protokol kesehatan, para santri dibuat kelompok kecil beranggotakan  5-6 orang,  dilatih mengembangkan budidaya jamur merang. Untuk mengasah life skillnya, pembibitan pun dilakukan secara mandiri oleh santri dengan media polybag yang sangat ramah lingkungan,” tandas pengasuh Pesantren Darul Quran, KH Kharis Masduki, M.Si, kepada Humas, Jumat (5/2/2021).

Manfaatkan Pandemi, Pesantren Darul Qur’an Didik Santri Budidaya Jamur Merang

Manfaatkan Pandemi, Pesantren Darul Qur’an Didik Santri Budidaya Jamur Merang

Pembuatan arang sekam dan pembuatan kompos pun dilakukan secara mandiri oleh santri dengan didampingi tim pelatih dari para asatidz. “Kegiatan ini diawali dengan pembekalan teori terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan praktik lapangan dan diakhiri dengan laporan kegiatan,” tambahnya. “Dan minggu ini waktunya panen jamur merang fase ke dua,” jelas Kyai Kharis.

Ditambahkan, Candra Nurudin, manager produksi unit usaha budi daya jamur merang Pondok Pesantren Darul Qur’an Wal Irsyad, pihaknya memilih budidaya jamur karena memiliki market luas. “Budidaya jamur ini dipilih karena memiliki market luas dan bernilai jual tinggi,” terang Candra.

Budidaya jamur  merang  yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Darul Quran Wal  Irsyad  ini, tambah Candra, tidak lagi dilakukan dengan cara manual seperti pada umumnya, akan tetapi sudah menggunakan teknologi modern yakni menggunakan server kecerdasan buatan (Artifcial Intelligence-AI) yang dihubungkan oleh perangkat IoT (Internet of Things) berbasis  jaringan selular GPS. 

“Dengan teknologi modern ini diharapkan  dapat  mengoptimalkan waktu  pertanian jamur merang dibandingkan dengan menggunakan metode taman konvensional/tradisional,” ujar Candra.

Ia menjelaskan, seluruh  proses  pasteurisasi dan iklim  mikro  kumbung  jamur  mulai  dari  pembibitan  hingga  selesai  panen bisa dikendalikan dengan metode ini. “Alhamdulillah dengan metode ini masa panen jamu lebih cepat dan hasilnya pun lebih maksimal,” pungkas Candra. (imr/bap)

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 320

Bagikan