Tangani Hambatan Belajar Siswa, BK MTsN 4 Bantul Lakukan Konferensi Kasus


Tangani Hambatan Belajar Siswa, BK MTsN 4 Bantul Lakukan  Konferensi Kasus
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2021-01-28 16:24:16

Bantul (MTsN 4 Bantul) - Pembelajaran daring sampai saat ini masih diterapkan di Yogyakarta, pada implementasinya, masih banyak ditemukan hambatan yang cukup mengganggu guru. Hal serupa dialami oleh MTsN 4 Bantul, meski pembelajaran daring sudah berjalan sebelas bulan, namun hambatan berupa teknis maupun non teknis masih saja ditemukan. Dalam mengatasi hambatan pembelajaran Bimbingan Konseling MTsN 4 Bantul mengadakan layanan Konferensi kasus untuk mencari solusi terbaik mengatasi hambatan pembelajaran, Kamis (27/1/2021).

Konferensi kasus merupakan kegiatan pendukung atau pelengkap dalam Bimbingan dan Konseling untuk membahas permasalahan siswa (konseli) dalam suatu pertemuan, yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan siswa (konseli).

Layanan Konferensi kasus dilaksanakan dengan menghadirkan guru mata pelajaran (Muslimah,MSI), wali kelas (Yufi Nurhayati,S.Pd), guru BK (Kaharja dan Sri Muryani,M.Pd) orang tua siswa dan siswa sendiri. Layanan ini secara  khusus  bertujuan untuk: pertama, mendapatkan konsistensi, kalau guru atau konselor ternyata menemukan berbagai data/informasi yang dipandang saling bertentangan atau kurang serasi satu sama lain (cross check data), kedua mendapatkan konsensus dari para peserta konferensi dalam menafsirkan data yang cukup komprehensif dan pelik yang menyangkut diri siswa (konseli) guna memudahkan pengambilan keputusan, ketiga, untuk mendapatkan pengertian, penerimaan, persetujuan dari komitmen peran dari para peserta konferensi tentang permasalahan yang dihadapi siswa (konseli) beserta upaya pengentasannya.

Pada kesempatan tersebut Wali Kelas, Yufi Nurhayati,S.Pd menyampaikan,”Kami sebagai wali kelas merasa kerepotan manakala siswa tidak segera merespon tugas guru, akibatnya beban tugas bertumpuk dan siswa tidak memenuhi tugas. Lebih kesel lagi siswa dihubungi tidak merespon,” ujarnya. Sementara Muslimah,M.SI berkenan menyampaikan “Kendala pembelajaran Matematika  banyak, namun siswa tidak tetap saja tidak memenuhi tugas, maka mohon maaf saja jika menerapkan sanksi tegas agar disiplin anak terbentuk,” ujarnya.

Lebih lanjut Sri Muryani,M.Pd menyampaikan serangkaian bimbingan yang telah dilaksanakan berupa bimbingan individu, pemanggilan orang tua, konseling , advokasi. Hasilnya siswa masih belum lancar memenuhi tugas guru.

Diakui, Sebagian siswa mengalami kejenuhan dan kesusahan dalam memahami dan memenuhi tugas guru. Demikian juga yang dialami siswa MTsN 4 Bantul. Ditemukan banyak siswa yang lambat merespon tugas guru, sehingga tugas mata pelajaran banyak yang menumpuk dan akhirnya siswa keberatan dalam mengerjakan tugas. Beban tugas guru menjadi berat manakala ditemukan siswa yang tidak tertib dalam memenuhi tugas guru. Di satu sisi guru harus menyiapkan materi pelajaran, menyiapkan media yang digunakan dalam pembelajaran, mengoreksi hasil tugas siswa, dan mengatasi siswa yang tidak tertib mengerjakan tugas.

Konferensi kasus ini cukup memberikan pencerahan dan ditemukan solusi dalam memberikan pembelajaran terbaik sesuai kesepakatan Bersama. Selanjutnya Madrasah memohon kepada oran tua siswa agar selalu memantau belajar anak di rumah dan memastikan tugas mata pelajaran dapat diikuti dengan baik oleh siswa. Konferensi kasus ini cukup efektif dan diakhiri pukul 13.00 WIB. (khj)

Kontributor : MTSN 4 BANTUL
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 902

Bagikan