Penasihat DWP Kemenag: Toleransi Adalah Syarat Mutlak Wujudkan Kedamaian


Penasihat DWP Kemenag: Toleransi Adalah Syarat Mutlak Wujudkan Kedamaian Penasihat DWP Kemenag RI, Hj. Eny Yaqut Cholil.
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2021-01-11 22:22:33

Yogyakarta (Humas Kemenag DIY)—Hari ini beredar tayangan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI, Hj. Eny Yaqut Cholil, yang menjawab pertanyaan dari netizen Thailand. Dengan Bahasa Inggris yang fasih, istri Menag Yaqut Cholil Staquf ini menjelaskan pendapatnya tentang tindakan intoleransi. 

“Harus diakui, masalah intoleransi tidak hanya terjadi di negara kami Indonesia beberapa tahun belakangan ini, tapi juga memang berlangsung di seluruh wilayah dunia dalam waktu yang sangat lama,” ungkapnya di awal pembicaraan. 

“Dan bagi saya, sebagai seorang ibu, intoleransi tentu membuat saya sedih. Sebab sesuai dengan agama Islam yang dianut keluarga kami, juga menjadi agama terbesar di negara kami, Islam tidak hanya mengajarkan cara untuk ibadah kepada Allah Tuhan kami, tidak hanya mengajarkan untuk berhubungan dengan Allah, tapi juga juga mengajarkan kepada kami untuk menjalin silaturahim dengan sesama muslim, juga dengan kelompok lainnya yang berbeda agama,” tandasnya.

Islam, menurutnya, dalam konteks tertentu sama dengan agama lainnya. “Yakni mengajarkan kepada kita ‘rahmah’ rasa cinta kasih sayang. Yaitu cinta kepada Allah, cinta kepada Nabi Muhammad SAW, saling mengasihi kepada sesama umat manusia, baik muslim maupun non-muslim, mengasihi lingkungan sekitar, dan mengasihi semua ciptaan Tuhan,” urainya lagi. 

Dengan mengutip pendapat Yahya Cholil Staquf, Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hj. Eny mengatakan, “Kalau kita ingin bicara tentang kedamaian maka kita harus bicara tentang keadilan. Kalau kita ingin bicara tentang keadilan, maka kita harus bicara tentang ‘rahmah’ atau kasih sayang. Karena jika kita tidak memiliki cinta kasih sayang kepada sesama maka kita tidak akan dapat mewujudkan kedamaian dalam hidup kita.”

“Sehingga dalam pendapat saya, kedamaian dan intoleransi adalah dua hal yang tidak dapat bersatu. Sebab sikap penuh toleransi, memiliki kasih sayang, rasa hormat dan cinta kepada sesama adalah syarat yang tidak dapat ditawar untuk mewujudkan kedamaian,” pungkasnya.

Tanggapan Kakanwil

Menanggapi tayangan tersebut, Kakanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan menyatakan sikap sepenuhnya mendukung uraian dari Hj. Eny Yaqut Cholil. “Ya memang benar bahwa Islam tidak hanya mengajarkan kepada kita untuk beribadah kepada Allah, namun juga menjaga hubungan sesama umat manusia dan seluruh makhluk ciptaan Tuhan,” tandas Kakanwil saat dihubungi, Senin (11/01/2021) malam.

“Orang yang beragama dengan baik, maka akan terlihat dari perilakunya sehari-hari. Bagaimana ia mampu bersikap bersahabat dengan sesama, menyanyangi semua orang, kelompok dan golongan, menebar kedamaian dengan menjauhi sikap intoleransi,” imbuh Kakanwil.

Kakanwil juga sependapat bahwa jika kita tidak memiliki cinta kasih sayang kepada sesama maka kita tidak akan dapat mewujudkan kedamaian dalam hidup kita. “Maka sudah semestinya dalam diri kita dipupuk rahmah, rasa saling mengasihi, sehingga nanti akan timbul keadilan dan kedamaian dalam diri kita,” pungkasnya. (bap)

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 560

Bagikan