Dua Guru MAN 4 Sleman Serahkan Buku Antologi


Dua Guru MAN 4 Sleman Serahkan Buku Antologi
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-12-22 15:37:28

Sleman (MAN 4 Sleman) – Pandemi tidak menyurutkan guru untuk berkarya melalui tulisan dan penerbitan buku.  Justru guru kreatifitas guru terpacu dengan berbagai karya nyata.  Dua guru MAN 4 Sleman, Dwi Astuti Handayani,S.Pd dan Yuliyanto,S.Pd aktif berkarya dalam kepenulisan dan penerbitan buku antologi.  Dwi Astuti telah menulis cerpen dan telah pula diterbitkan.  Sementara Yuliyanto Pengurus Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) wilayah DIY aktif menuangkan gagasan berupa artikel kesejarahan dan telah diterbitkan dalam antologi.  “Kami serahkan buku ini untuk menambah koleksi Perpustakaan Baitul Hikmah.  Mudah-mudahan bermanfaat dan semakin memperkaya perpustakaan.  Mudah-mudahan tulisan kami dapat menginspirasai para pembaca,” tutur Yuliyanto,S.Pd Kepala Departemen Hubungan dan Kerjasama Dalam dan Luar Daerah saat penyerahan Selasa (22/12/2020).

Drs. Mohamad Arif Mustofa Kepala Perpustakaan Baitul Hikmah menyampaikan terima kasih atas penyerahan buku antologi tersebut.  “Atas nama MAN 4 Sleman dan Perpustakaan Baitul Hikmah kami menyampaikan terima kasih atas penyerahan pustaka ini.  Ini sangat bermanfaat dan menambah koleksi perpustakaan.  Semoga menjadi amal bagi para penulis yang telah berkarya,” tutur guru yang sering dipanggil Eyang Dirgo itu.  Perpustakaan Baitul Hikmah terus memacu civitas akademi madrasah untuk selalu berkarya.  Guru-guru MAN 4 Sleman misalnya, saat ini sedang giat menulis dan dalam proses pencetakan untuk segera diterbitkan.  “Melalui penyerahan ini, kami berharap teman-teman yang sudah punya karya baik karya bersama atau sendiri bisa diserahkan pula ke perpustakaan Baitul Hikmah.   Intinya kita saling memotivasi untuk berkarya,” tutur Dwi Astuti Handayani,S.Pd.

Dua Guru MAN 4 Sleman Serahkan Buku Antologi

Dua Guru MAN 4 Sleman Serahkan Buku Antologi

“Buku ini sebenarnya disusun untuk penghargaan teman kami Tikto Wahyono, guru sejarah SMA Lendah Kulon Progo yang meninggal beberapa waktu yang lalu. Buku ini dterbitkan oleh Penerbit Lingkarantarnusa DIY dan sudah dipasarkan ke seluruh Indonesia melalui jaringan AGSI,” tegas Yuli.  Hasil hari penjualan buku ini sebagian akan disantunkan kepada anak dari Tikto Wahyono yang ketika ayahnya meninggal masih dlm kandungan, pungkasnya.  (eds)

Tetap Sehat dan Semangat #LawanCovid-19  

Kontributor : MAN4SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 175

Bagikan