Kemenag Bekali Pengurus Ormawa PTKI Metodologi Penelitian


Kemenag Bekali Pengurus Ormawa PTKI Metodologi Penelitian
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2020-12-16 08:39:00

Jakarta (Kemenag) --- Kemenag membekali metodologi penelitian kepada sejumlah pengurus organisasi kemahasiswaan (ormawa) intra kampus Perguruan Tinggi Kragamaan Islam (PTKI). Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani menilai kemampuan penelitian sangat penting bagi mahasiswa sebagai salah satu metode menggali informasi dan menyampaikannya kepada khalayak.

Menurutnya, esensi penelitian adalah menemukan kebenaran dan menjustifikasi kepercayaan dalam bingkai kejujuran. Mengutip Rene Descartes, Ali Ramdhani  mengatakan, de omnibus dubitandum (ragukan segala hal). Karenanya jangan pernah berhenti untuk penasaran (baca: berfikir), menggali fakta, mengeksplor peristiwa, dan menemukan sesuatu yang baru.

Guru Besar UIN Sunan Gunungjati Bandung ini berpesan, hasil penelitian harus disampaikan secara tepat dan berpegang pada etika penelitian. “Nanti para nara sumber memberikan etika-etika meneliti, pemilihan model dalam mempublikasikan karya sehingga memberikan manfaat untuk masyarakat,” kata pria yang akrab disapa Dhani ini di Jakarta, Senin (14/12). Demikian dilansiir dari kemenag.go.id.

Mantan Wakil Rektor III UIN Bandung ini menyemangati para mahasiswa dengan kata-kata mutiara, “orang pintar menyelesaikan masalah dan orang bijak menghindari masalah. Sementara dengan penelitian harus menyelesaikan berbagai permasalahan dengan pintar dan bijaksana".

 

Dhani memberikan apresiasi atas digelarnya Pembinaan Penelitian Mahasiswa yang diinisiasi oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. Dhani menilai pembinaan ini dapat memberikan nilai tambah kepada mahasiswa, berupa motivasi, inspirasi, dan inovasi dalam hal penelitian.

Kegiatan Pembinaan Penelitian diselengarakan dua hari, 14-15 Desember 2020. Giat ini diikuti  50 pengurus Organisasi Kemahasiswaan Intra Kampus PTKI Negeri. “Melalui kegiatan ini minimal mereka mengenal hal ikhwal penelitian, terutama metodologi agar membantu mereka menulis tugas akhir skripsi," kata Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Ruchman Basori.

Dikatakan Ruchman, kemampuan meneliti bisa menjadi bekal efektif untuk membekali kapasitas dalam hal survei dan menulis karya-karya ilmiah berbasis riset. “Agar mahasiswa mencintai riset maka motivasi berbalut kapasitas harus terus dikembangkan, salah satunya melalui Pembinaan Penelitian seperti sekarang ini,” kata Mantan Ketua SEMA IAIN Walisongo Semarang.

Diktis terus berusaha meningkatkan kapasitas mahasiswa PTKI yang jumlahnya mencapai 1,17 juta orang. Selain pembinaan metodologi penelitian, ada juga pembekalan kepemimpinan melalui Diklatpim. Upaya lainnya adalah pengembangan bakat dan minat melalui Olimpiade Agama Sains dan Riset (OASE) dan Pekan Seni dan Olahrtaga Dikalangan Mahasiswa (PESONA).

Hadir dalam pembukaan pembinaan ini, Kasi Kemahasiswaan Amirudin Kuba, Kasi Sarpras PTKIN Nuryasin, Kasi Sarpras PTKIS Otisia Arinindiyah. Narasumber yang hadir antara lain Dr. Ahmad Zainul Hamdi UIN Sunan Ampel, Dr. Suwendi, M.Ag Kasubdit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Dr. Mahrus El Mawa, M.Ag Kasi Penelitian. Dijadwalkan juga memberikan pembekalan kepada peserta Direktur Diktis Prof. Dr. Suyitno, M.Ag sekaligus menutup kegiatan. (RB)

( Sumber : kemenag.go.id )

Kontributor : MAGANG
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 90

Bagikan