Ajang Kompetisi Tingkat Internasional, WISPO, Hantarkan 2 Tim MAN 3 Sleman Peroleh Medali Perunggu


Ajang Kompetisi Tingkat Internasional, WISPO, Hantarkan 2 Tim MAN 3 Sleman Peroleh Medali Perunggu
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-12-13 15:32:26

Sleman ( MAN 3 Sleman ) – Kepala MAN 3 Sleman, Akhmad Mustaqim, S.Ag., M.A. dan seluruh civitas MAN  3 Sleman memberikan selamat kepada 2 tim MAN 3 Sleman yang telah meraih medali perunggu dalam ajang kompetisi WISPO, World Innovative Science Project Olympiad. Mereka adalah Nindia Mauliatush Zahra (XI IPA 1), Chintania Azahra Tantri N. (XI IPA 2), Raihana Syifa Auliya (XI IPA 1), dan Najwa Safa Wardana (XI IPA 2).

Kegiatan lomba WISPO  yang diselenggarakan oleh ISS, Indonesia Scientific Society yang diketuai oleh Iwan Budiman, S.Si, M.Pd., diawali dengan mengirimkan abstrak dan video yang harus dikumpulkan paling akhir pada tanggal 27 November 2020, kemudian menunggu hasil penilaian, jika lolos bisa lanjut untuk mengirim presentasi video melalui youtube, dan kemudian presentasi langsung secara online pada tanggal 7-10 Desember 2020.

Ajang Kompetisi Tingkat Internasional, WISPO, Hantarkan 2 Tim MAN 3 Sleman Peroleh Medali Perunggu

Pengumuman kejuaraan pada Sabtu (12/12/2020) diawali dengan webinar dengan menghadirkan keynote speaker Prof. Dr. Ismunandar, Ministry of Research and Technology/ National Agency for Research and Innovation, Dmitry Korotkov, Founder of the Inventional Scientific Communication Consortium-Russia, Prof. Yudi Samsyudin, Ph.D dari School of Applied STEM Prasetya Mulya University, dan Enang Ahmad,S.Pd., M.Pd., Head of P4TK IPA, ISS Advisor.

Peserta lomba WISPO meliputi 4 benua, yaitu benua Amerika, Afrika, Asia, dan Eropa. Negara yang terlibat yaitu Amerika Serikat, Rusia, Turki, Afrika Selatan, Serbia, Bosnia dan Herzegovina, Malaysia, dan Indonesia. Ada sebanyak lebih dari 57 tim yang berkompetisi  dan ada tim yang mendapatkan diskualifikasi. Ada 4 kategori lomba yang bisa dipilih, dan untuk 2 tim MAN 3 Sleman memilih kategori Technology and Computer.  

Meskipun dalam masa pandemi Corona, kegigihan mereka tidak menyurutkan langkah mereka untuk mendapatkan kesuksesan. Betapa tidak, persiapan lomba yang diadakan secara online membutuhkan cara agar usaha yang sudah dilakukan membawa hasil. Usaha untuk menulis karya tulis dilakukan di sela-sela KBM dan kegiatan pondok secara daring dan juga di sela-sela PAS (Penilaian Akhir Semester). Kebetulan 2 tim tersebut selain mempunyai kewajiban mengerjakan tugas-tugas madrasah sebagai siswa pada umumnya juga sebagai santri Muntasyirul ‘Ulum MAN 3 Sleman.

Raihan medali ini merupakan pengalaman pertama bagi kedua tim tersebut dalam ajang kompetisi KIR dan langsung tingkat internasional. “Ya, ini pengalaman pertama bagi kami. Kami usahakan sebisa kami. Namun, waktu itu kami bingung ketika akan presentasi secara online. Takut sinyalnya tidak lancar, takut jika tidak bisa kompak pada saat presentasi, maka kami menginap di sebuah hotel di Magelang untuk mendapatkan sinyal yang bagus, bisa presentasi bersama dan bisa tampil presentasi secara maksimal”, Najwa menjelaskan. Rumah Najwa berada di Temanggung, sedangkan rumah Syifa di Purworejo, dan mereka bertemu di sebuah hotel di Magelang. “Jika presentasi di rumah, selain sinyalnya tidak lancar, biasanya saya diganggu oleh adik,” kata Syifa.

“Alhamdulillah, presentasi berjalan lancar, setelah kami ‘deg-degan’ , takut terkendala teknis. Sebelum presentasi, kami menggunakan PC madrasah, ternyata videonya tidak support. Terus kami ganti dengan menggunakan laptop milik Chintania, ternyata juga tidak support. Kemudian, menggunakan laptop Bu Fitri, tapi speakernya kurang keras. Bu Zana memberikan solusi menyerahkan HPnya untuk speaker dan menggunakan laptop Bu Fitri untuk PPT nya. Seruuu deh. Dan kami bisa tenang pada saat presentasi, sehingga tidak kena diskualifikasi karena terkendala teknis. Dan dari presentasi tersebut kami bisa mendapat ilmu dan menemukan judul baru untuk lomba berikutnya,” Nindia bercerita dengan antusias.

Demi bisa melaksanakan presentasi dengan lancar, Chintania yang tinggal di Klaten, dan Nindia yang tinggal di Kebumen rela berangkat menuju madrasah, di Sleman Yogyakarta, MAN 3 Sleman. Chintania diantar oleh keluarganya, demikian pula Nindia. Sungguh, perjuangan yang luar biasa. Para siswa melakukan ‘No Pain-No Gain, No Mill-No Meal, No Sweat-No Sweet’ yang artinya berakit-rakit ke hulu, berenang –renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, sebuah motto motivasi yang selalu disampaikan pada saat pembimbingan. (fit)

Kontributor : MAN3SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 345

Bagikan