Guru MTsN 9 Bantul Presentasikan Produk Inovasi Pembelajaran di Ajang Finalis ONIP 2020


Guru MTsN 9 Bantul Presentasikan Produk Inovasi Pembelajaran di Ajang Finalis ONIP 2020
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-11-28 23:10:14

Bantul (MTsN 9 Bantul) – Hadirnya pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia telah memunculkan kreatifitas para guru. Pembelajaran jarak jauh yang dilakukan membuat mereka terpicu untuk melakukan inovasi agar siswa tetap terfasilitasi untuk mengikuti pembelajaran dengan baik. Semakin luas dan mudahnya mengakses informasi dan ilmu pengetahuan membuat para guru semakin merdeka untuk belajar.

Salah satunya adalah Noor Shofiyati, guru matematika MTsN 9 Bantul. Keinginannya untuk melakukan pembelajaran matematika yang humanis telah memunculkan kreatifitas dan inovasi dengan mengembangkan sebuah produk Learning Management System (LMS) pembelajaran matematika. “Munculnya ide untuk berinovasi ini berawal dari kegelisahan saya tentang bagaimana agar tetap dapat melakukan pembelajaran matematika yang humanis dan memahamkan anak didik di era pandemi  Covid-19 ini. Mengingat bahwa tak mudah bagi seorang anak untuk memahami materi pembelajaran khususnya matematika yang dilakukan secara jarak jauh/daring,” tutur Shofi. jelang presentasi Jumat (27/11/2020).

Guru MTsN 9 Bantul Presentasikan Produk Inovasi Pembelajaran di Ajang Finalis ONIP 2020

Lebih lanjut Waka Kurikulum MTsN 9 Bantul ini menuturkan bahwa selain itu juga karena alasan adanya perbedaan latar belakang siswa terkait kepemilikan handphone (hp) yang mana tidak semua siswa memiliki hp sendiri serta keterbatasan space di setiap hp yang dimiliki.  

“Muncullah ide untuk mengembangkan produk inovasi yang bertajuk “Pengembangan Google Sites Terintegrasi sebagai Media Pembelajaran Matematika di Masa Pandemi Covid-19”. Alhamdulillah produk ini masuk dalam finalis lomba Olimpiade Nasional Inovasi Pembelajaran (ONIP) 2020 yang diselenggarakan oleh  Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika (PPPTK Matematika) Yogyakarta,” ungkapnya jelang presentasi Jumat (27/11/2020).

PPPPTK merupakan salah satu unit pelaksana teknis pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK dan PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Finalis terdiri dari 28 orang guru dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK yang berasal dari sekolah di seluruh penjuru nusantara. “Hanya dua orang yang berasal dari madrasah, saya dari Yogyakarta dan satunya dari madrasah di Magelang. Semua berkat rahmat Allah dan doa dari teman-teman,” imbuh Shofi.

Support dari Kepala MTsN 9 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati pun diberikan padanya: “Maju terus, lanjutkan dan tularkan semangat inovasi ini pada teman-teman agar pendidikan dan pembelajaran di Masemba semakin berkualitas,” tandas Atik menyemangati.

Bagi Shofi kenyamanan anak dalam belajar adalah prioritas utama. Karena dengan merasa nyaman saat belajar maka pelajaran sesulit apapun akan dapat dipahami. Matematika tidak akan lagi menjadi momok jika pembelajaran dilakukan secara humanis. Prinsip yang dia pegang adalah melakukan pembelajaran matematika yang menyenangkan dan penuh makna. (nsh)

 

Kontributor : MTSN9BANTUL
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 145

Bagikan